PENGGGUNAAN PERANGKAP LIKAT KUNING PADA TANAMAN BAWANG MERAH

posted in: Berita | 0

PENGGGUNAAN PERANGKAP LIKAT KUNING PADA TANAMAN BAWANG MERAH

 

Pengendalian hama terpadu adalah teknik pengendalian hama yang dilakukan untuk mengurangi penggunaan pestisida sintetik di pertanaman. Prinsip pengendalian hama terpadu (PHT) dilakukan secara fisik, mekanik, pergiliran dan rotasi tanaman lebih bersifat ramah lingkungan. Tindakan pemantauan hama di pertanaman penting dilakukan untuk menentukan upaya pencegahan (preventif) pengendalian hama, antara lain dengan menggunakan perangkap likat kuning (yellow sticky trap). Serangga umumnya tertarik dengan cahaya, warna, aroma makanan atau bau tertentu, dimana warna yang disukai serangga biasanya warna-warna kontras seperti warna kuning cerah. Inilah yang menjadi dasar dibuatnya perangkap dengan menggunakan plastik/kertas berwarna kuning yang dilapisi dengan perekat agar hama tidak bisa terbang dan mati.

Pemasangan perangkap ini dilakukan sesuai dengan jenis tanaman yang ada di lahan. Aplikasi perangkap ini sebanyak 40 lembar per hektar, dengan ketinggian sesuai tanaman. Misalnya pada tanaman bawang merah yang dilakukan oleh poktan Jaya Agung 2 Desa Sumberbendo, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, ketinggian tiang perangkap sekitar 100 cm agar perangkap dapat bekerja secara optimal. Ketika hama terperangkap telah memenuhi sebagian besar permukaan perangkap atau 15 hari setelah pemasangan, maka perlu dilakukan penggantian dengan perangkap yang baru.

Menurut Ridho SW Penyuluh Pertanian wilayah setempat, “Setiap spesies serangga hama memiliki ketertarikan yang berbeda terhadap warna perangkap likat. Perangkat likat kuning efektif untuk menurunkan populasi lalat pengorok daun Liriomyza, lalat buah, kutu kebul, kutu daun dan trips.Perangkap likat yang terpasang pada area pertanaman bisa dijadikan sarana monitor populasi serangga hama,”

Abd mu’in yusman,Ketua kelompok tani Jaya Agung 2  mengaku menggunakan likat kuning sangat membantunya menekan serangan hama pada areal pertanaman bawang merah.
“Pengalaman kami, penggunaan likat kuning bisa mengurangi penggunaan pestisida 10 hingga 20%. Dengan likat kuning, kami bisa tahu seberapa tingkat serangan hama khususnya kutu dan serangga. Dari situ kami bisa mengukur penggunaan pestisida yang wajar. Jadi tidak over dosis dan merusak lingkungan”.

Perangkap likat kuning adalah perangkap untuk menangkap serangga yang terbuat dari plastik berwarna kuning yang dilapisi lem. Perangkat tersebut dibuat dari bahan-bahan yang relatif murah dan mudah didapat. Cara membuatnya gampang dan murah, cukup siapkan plastik berwarna kuning ukuran 15 x 21,5 cm yang dilapisi oleh plastik bening dan diolesi dengan lem tikus. Pasang dengan tiang ajir bambu. Satu hektar idealnya dipasang 40 perangkap. Guna meningkatkan produktivitas, selain menggunakan benih unggul bermutu, petani juga didorong agar menggunakan perangkap likat kuning untuk mengendalikan hama.Perangkap likat kuning terbukti efektif mengurangi penggunaan pestisida karena mampu menangkap hama lebih cepat, murah dan pasti lebih ramah lingkungan.