PEMANFAATAN BAHAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL

posted in: Berita | 0

PEMANFAATAN BAHAN LOKAL UNTUK

MENINGKATKAN HASIL 

 

 

 Foto: Pembuatan MOL di Poktan Jaya Agung 3 Ds.Sumberbendo

Peningkatan produktivitas tanaman sangat dipengaruhi oleh kandungan nutrisi makanan didalam tanah, dalam hal ini adalah penggunaan pupuk.  Penggunaan pupuk kimia secara secara terus menerus tanpa diimbangi dengan pupuk organik dapat menyebabkan kadar bahan organik tanah menurun, struktur tanah rusak, dan mengakibatkan pencemaran lingkungan.Jika hal ini terus berlanjut akan menurunkan kualitas tanah dan kesehatan lingkungan. Oleh karena itu, selain menggunakan pupuk kimia, sebaiknya petani juga menggunakan pupuk organik untuk meningkatkan/mempertahankan kesuburan tanah.

Menurut Ridho SW, Penyuluh Pertanian setempat “MOL (Mikroorganisme Lokal) merupakan salah satu cara untuk memanfaatkan bahan-bahan lokal yang ada disekitar kita untuk dimanfaatkan menjadi pupuk”.Larutan MOL mengandung unsur hara mikro dan makro dan juga mengandung bakteri yang berpotensi sebagai perombak bahan organik, perangsang pertumbuhan dan sebagai agen pengendali hama dan penyakit tanaman, sehingga MOL dapat digunakan sebagai pendekomposer, pupuk hayati dan sebagai pestisida organik terutama sebagai fungisida.

Keunggulan dan kelebihan MOL antara lain

  • Mengandung bermacam-macam unsur organik dan mikroba yang bermanfaat bagi tanaman.
  • Penggunaan MOL terbukti mampu memperbaiki kualitas tanah dan tanaman.
  • Tidak mengandung zat kimia berbahaya dan ramah lingkungan.
  • Mudah dibuat, bahan mudah didapatkan dan juga mudah dalam aplikasinya.
  • Sebagai salah satu upaya mengatasi pencemaran limbah rumah tangga dan limbah pertanian.
  • Memperkaya keanekaragaman biota tanah.

Tiga bahan dalam larutan MOL

  • Karbohidrat. Bahan ini dibutuhkan bakteri/mikroorganisme sebagai sumber energi, untuk menyediakan karbohidrat bagi mikroorganisme bisa diperoleh dari air cucian beras, nasi bekas/nasi basi, singkong, kentang, gandum, dedak/bekatul dll.
  • Glukosa. Bahan ini juga sebagai sumber energi bagi mikroorganisme yang bersifat spontan (lebih mudah dimakan mereka). Glukosa bisa didapat dari gula pasir, gula merah, molases, air gula, air kelapa, air nira dll.
  • Sumber Bakteri (mikroorganisme lokal). Bahan yang mengandung banyak mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanaman antara lain buah-buahan busuk, sayur-sayuran busuk, keong mas, nasi, rebung bambu, bonggol pisang, urine kelinci, pucuk daun labu, tapai singkong dan buah maja. Biasaya dalam MOL tidak hanya mengandung 1 jenis mikroorganisme tetapi beberapa mikroorganisme diantaranya: Rhizobium sp, Azospirillium sp, Azotobacter sp, Pseudomonas sp, Bacillus sp dan bakteri pelarut phospat.

Ketiga komponen itu menjadi sangat penting untuk diperhatikan agar MOL yang dihasilkan berkualitas dan sesuai dengan harapan.

CARA MEMBUAT MOL DARI NASI

Menurut Ridho SW Penyuluh Pertanian setempat, “Pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) tidaklah sulit, dengan biaya murah, bahkan tanpa biaya sekalipun. Yang penting untuk membuat MOL, cukup terpenuhi unsur karbohidrat, glukosa, dan sumber mikroorganisme, pembuatan MOL bisa dari bahan sampah dapur yang mudah membusuk atau sayuran hijau yang sudah basi”.

Siwonto, Pengurus Poktan Jaya Agung 3 Desa Sumberbendo mengatakan, “Pembuatan MOL bisa dari bahan sampah dapur yang mudah membusuk,selain itu, bisa juga dari keong sawah yang ditumbuk. Setelah menemukan bahan yang dipilih, masukkan ke dalam wadah seperti ember atau drum plastik, dicampur gula dan air hingga bahan tenggelam. Setelah 4 atau 5 hari, MOL ini sudah bisa dipakai”.

Diantara pembuatan MOL yang mudah dilakukan adalah dengan bahan dari nasi yang dicampur dengan beberapa bahan lainnya. MOL ini berfungsi sebagai mikroorganisme pengurai dan penyubur tanaman.Daripada sisa nasi dibuang dan menjadi sampah, lebih baik dimanfaatkan menjadi MOL. Berikut langkah-langkah untuk membuatnya:

Bahan:

  • 10 kepal nasi yang sudah basi
  • 10 sendok makan gula pasir
  • 2 liter air kelapa
  • 10 gram terasi
  • Ember atau kaleng sebagai wadah
  • Kain kasa untuk menyaring

Cara pembuatan:

  • Masukkan bahan-bahan tersebut ke dalam wadah, kemudian tambahkan 4 liter air.
  • Biarkan wadah terbuka selama proses fermentasi yang memakan waktu 3-5 hari.
  • Jika sudah tercium bau asam seperti tape, berarti proses fermentasi sudah berhasil dan MOL nasi siap digunakan.
  • Pindahkan cairan MOL ke dalam botol air mineral dengan kain kasa untuk memudahkan penyimpanan maupun penggunaan pada tanaman. Pastikan ujung botol diberi lubang kecil agar oksigen tetap masuk.

 

 Cara penggunaan:

  1. Untuk pengomposan, campur larutan mol dan air dengan perbandingan 1 : 5 (1 liter MOL dicampur dengan air bersih 5 liter). Siram atau semprotkan ke bahan pupuk kompos/ pupuk kandang yang akan dikomposkan.
  2. Untuk pemupukan tanaman, campurkan 1 bagian MOL nasi dengan air bersih 15 bagian. Semprotkan atau kocorkan pada tanaman.