ICON KULINER KOTA KRAKSAAN

posted in: Berita | 0

ICON KULINER KOTA KRAKSAAN

Oleh : Priyo Basuki, SP

 

 

Sebagai upaya mendukung Program kerja Bupati Probolinggo Hj. Tantriana Puput Hasanuddin untuk mengangkat sumberdaya potensi lokal dan memberdayakan masyarakat khususnya dalam penganekaragaman pangan,  Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) pada Bulan Maret mengadakan pelatihan olahan pangan bagi kader PKK dan Wanita Tani. Pelatihan ini dilaksanakan dengan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCT) Tahun Anggaran 2019 dan APBD Kabupaten Probolinggo Tahun 2019.

Pelatihan dilaksanakan di tiga titik, yaitu Desa Asembagus, Desa Sumberlele dan Kelurahan Sidomukti dengan peserta masing-masing Desa/Kelurahan 20 orang. Pelatihan olahan pangan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk memberikan bekal ketrampilan bagi kader-kader PKK dan wanita tani tentang berbagai macam olahan pangan dengan bahan berbasis potensi lokal, sekaligus untuk menciptakan “Icon Kuliner Kota Kraksaan”. Sehingga pada pelatihan yang dilaksanakan di tiga titik ini kegiatan praktek difokuskan pada 3 macam olahan, yaitu Khamir Jagung, Puding Kelor dan Bolu Pisang. Mengingat 3 macam olahan ini sudah menjadi Branded Khas Kota Kraksaan diantara 6 pangan olahan yang sudah direkomendasikan oleh Bupati Probolinggo pada saat Lomba Kuliner Kota Kraksaan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian H. Ir. Ahmad Hasyim Ashari, MM. melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan Syafi’I, SP.MMA menyampaikan bahwa, ”Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal ketrampilan bagi masyarakat utamanya kader PKK dan wanita tani agar mampu membuat olahan pangan berbasis potensi lokal di desa/kelurahan masing-masing, sehingga nantinya akan memunculkan kudapan khas yang menjadi icon Kota Kraksaan”.

“Dengan pelatihan ini mampu menepis anggapan bahwa membuat olahan pangan itu sulit dan mahal harganya, karena dengan memanfaatkan apa yang ada di lingkungan sekitar dan memanfaatkan hasil pekarangan seperti kelor dan pisangpun para kader PKK dan wanita tani bisa membuat olahan pangan yang bergizi dan sehat. Pada saatnya nanti setelah menjadi usaha ekonomi produktif olahan pangan ini bisa menambah perekonomian dan kesejahteraan keluarga. Di sisi lain olahan pangan ini juga dapat menambah asupan gizi bagi keluarga sehingga dapat menurunkan angka stunting”, imbuhnya.

 

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan pertanian ini mampu meningkatkan animo adan motivasi masyarakat Kota Kraksaan yang notabene adalah Ibu Kota Kabupaten Probolinggo, untuk mengembangkan potensi lokal. Apalagi di setiap Hari Minggu pagi Pemerintah Kabupaten Probolinggo juga memfasilitasi dengan mengadakan acara “Kuliner Jajanan Pasar” di Alun-alun Kota Kraksaan.  Dukungan dan apresiasi juga diberikan oleh para Kepala Desa dan Lurah Se-Wilayah Kecamatan Kraksaan, seperti disampaikan oleh Kepala Desa Asembagus Ali Ibang Fansuri selaku , “Terima kasih kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo yang telah mengadakan kegiatan Pelatihan Olahan Pangan bagi kader PKK dan wanita tani. Apapun wujud dan bentuk kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan dan peningkatan ekonomi kesejahteraan masyarakat, utamanya untuk mengangkat potensi lokal   akan kami dukung dan fasilitasi karena sudah saatnya kita munculkan Icon Kota Kraksaan”.