Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Dana Alokasi Khusus Bidang Pertanian Semester I Tahun 2018

posted in: Berita | 0

Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Dana Alokasi Khusus Bidang Pertanian Semester I Tahun 2018

 

 

Kementerian Pertanian, Sekretariat Jenderal pada tanggal 8 Oktober 2018, menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Dana Alokasi Khusus Bidang Pertanian Semester I Tahun 2018, dengan mengundang seluruh Satker/OPD penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pertanian 2018 se Indonesia yang bertempat di The Margo Hotel Jl. Margonda Raya No. 358, Kota Depok, Jawa Barat. dalam kegiatan tersebut dilakukan evaluasi pelaksanaan dilapangan dengan memeriksa pelaporan pelaksanaan melalui aplikasi eMonev DAK Pertanian dan juga memeriksa setiap Satker secara personil dengan laporan langsung.

Dalam evaluasi tersebut didapatkan data dimana terdapat sebagian besar Satker yang belum melakukan pelaporan hasil pelaksanaan alokasi DAK ke aplikasi eMonev, dalam evaluasi tersebut Provinsi Jawa Timur tidak mendapat koreksi secara umum dan khususnya untuk Kabupaten Probolinggo tidak mendapat koreksi perihal pelaporan ke dalam aplikasi eMonev, dalam evaluasi pelaporan kedalam aplikasi tersebut di evaluasi untuk triwulan I – III, selain mengevaluasi pelaporan pelaksanaan DAK kedalam aplikasi juga dilakukan evaluasi mengenai pelaksaan kegiatan DAK meliputi permasalahan pelaksanaan di lapangan secara teknis maupun secara administratif, secara umum untuk pelaksanaan alokasi DAK Bidang Pertanian Kabupaten Probolinggo adalah program permbuatan sumur tanah dangkal di 11 lokasi dan Kelompok Tani, dimana dalam pelaksanaannya secara teknis maupun administratif secara umum tidak ditemui permasalahan yang menghambat pelaksanaan kegiatan.

Dalam kegiatan ini selain untuk mengevaluasi pelaksanaan DAK 2018, juga dilakukan pembinaan oleh Kementerian Dalam Negeri mengenai teknis penerimaan hibah dan bansos, selain penjelasan teknis juga dijelaskan mengenai perbedaan hibah dan bansos serta pengaturan rekening untuk 2 (dua) kegiatan tersebut.

 

BY EDY YULYUS