SINKRONISASI DATA LUAS TAMBAH TANAM PADI,JADUNG, DAN KEDELAI TAHUN 2018

posted in: Berita | 0

Rapat Sinkronisasi Luas tambah tanam padi, jagung, dan kedelai tahun 2018 dilaksanakan pada hari rabu, 15 Agustus 2018 bertempat di Aula Pertemuan Balai Informasi Pertanian Surabaya. Rapat dipimpin langsung oleh Dirjen Tanaman Pangan Kementrian Pertanian, Bapak Sumarjo Gatot Irianto. Dalam rapat tersebut setiap Kabupaten Kota diabsen dan dimintai data luas tambah tanam hingga 15 Agustus 2018,dan kesanggupan masing-masing Kabupaten Kota hingga akhir Agustus 2018.

Dalam rapat tersebut, Pak Gatot mengharapkan kedepan, para petani di Jawa Timur lebih memaksimalkan lahan pertanian yang ada. Terutama dalam musim kemarau seperti sekarang ini, alternatif untuk menanam padi bisa dilakukan dengan memanfaatkan lahan non sawah dengan sistem tanam tumpang sari (Padi-Jagung). Beberapa catatan penting terkait dengan sistem tumpang sari tersebut diantaranya :

  • Tumpang sari dapat dilakukan pada musim hujan di lahan kering, atau akhir musim hujan di lahan sawah
  • Tumpangsari diharapkan membawa dampak peningkatan jumlah produksi/produktivitas dengan memaksimalkan lahan 1 ha, tapi hasil yang didiapatkan adalah 2 ha((1ha padi+1ha jagung atau1ha padi+1ha kedelai, atau1ha jagung+1 ha kedelai)
  • Memperhatikan jarak tanam agar semua tumbuhan mendapat asupan sinar matahari, air, dan juga pupuk yang memadai
  • Waktu dan jumlah pemupukan juga harus diperhatikan
  • Padi baiknya ditanam diawal, yang keudian diikuti oleh tanaman palawija lain(jagung atau kedelai )

Untuk memantapkan gagasan pak Dirjen ini, akan dilaksanakan BIMTEK pada 24 Agustus 2018 di BPTP Malang

 

 

Oleh Dini Ariyani