Apresiasi Peningkatan Mutu Dan Keamanan Pangan Segar

posted in: Berita | 0

Apresiasi Peningkatan Mutu Dan Keamanan Pangan Segar

 

Keamanan pangan merupakan salah satu aspek yang menentukan kualitas SDM. Konsumsi pangan yang beragam, bergizi dan seimbang tidak akan berarti jika makanan yang dikonsumsi masyarakat tidak aman dari cemaran kimia maupun mikroba. Pangan yang tercemar mikroba menyebabkan berbagai kasus penyakit bawaan makanan (PBM), seperti diare. Sedangkan pangan yang terkontaminasi cemaran kimia seperti residu pestisida dan toksin diduga sebagai penyebab kanker, cacat, merupakan system syaraf, endokrin, reproduktif, dan system kekebalan. Begitu pentingnya keamanan pangan sehingga negara dunia mendeklarasikan bahwa keamanan pangan adalah hak asasi setiap manusia yang dituangkan dalam internasinal conference pada tahun1992. Disebutkan juga di konferensi ketahanan pangan di roma tahun 2006 bahwa “Hak untuk memperoleh pangan yang aman dan bergizi adalah sama tingkatanya dengan hak bebas dari kelaparan”.

Untuk meningkatkan pengetahuan tentang Mutu dan Keamanan Pangan Segar hasil produksi pertanian maka Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Probolinggo mengadakan Apresiasi Peningkatan Mutu dan Keamanan Pangan Segar pada hari Selasa tanggal 16 April 2018. Pembukaan dilakukan PLT Kabid Ketahanan Pangan Nanang Setyo Djadmiko, SP, MP Kota Probolinggo. Narasumber Pertama Ir. Dasih Tri Nurdiastuti, MMA Kepala UPT PSHP / OKKP-D dan narasumber kedua Kasi Konsumsi dan Keamanan Pangan Anna R, SP, M.FSc dan kegiatan ini di ikuti oleh 50 koordinator dan penyuluh pertanian Kab. Probolinggo.

Materi yang disampaikan Ir. Dasih Tri Nurdiastuti, MMA megenai “Peningkatan Mutu dan Keamanan Pangan Segar”. Acara Apresiasi Mutu dan Keamanan Pangan Segar berjalan lancar yang di mulai pukul 09.00 WIB hingga di tutup kembali oleh Nanang Setyo Djadmiko, SP, MP pada pukul 12.00 WIB .

Penyuluh pertanian dalam akan melanjutkan kegiatan sosialisasi peningkatan mutu dan kemanan pangan segar kepada petani ditingkat Kecamatan dan Desa, dengan kegiatan sosialisasi ini diharapkan petani selaku produsen lebih sadar untuk menerapkan Good Agriculture Practices (GAP) dan mengurangi pemakaian bahan-bahan kimia yang berbahaya dalam praktek budidaya pertanian. Dengan demikian produksi pangan segar hasil pertanian yang tersedia lebih memenuhi standar aman untuk dikonsumsi masyarakat sebagai konsumen.by : Tiyok