Rekonsiliasi Data dan Kegiatan Padi, Jagung, dan Kedelai tahun 2017-2018

posted in: Berita | 0

Rekonsiliasi Data dan Kegiatan Padi, Jagung, dan Kedelai tahun 2017-2018

 

 

Rapat rekonsiliasi data dan kegiatan padi, jagung, dan kedelai tahun 2017-2018 bertempat d Hotel Aria Sentra Surabaya pada 18 April 2018. Rapat dipimpin langsung oleh Dirjen Tanaman Pangan Kementrian Pertanian, Bapak Sumarjo Gatot Irianto. Dalam rapat tersebut setiap Kabupaten Kota diabsen dan dimintai data luas tambah tanam hingga 18 April 2018,dan kesanggupan masing-masing Kabupaten Kota hingga akhir April 2018.

Dalam rapat tersebut, Pak Gatot menyebutkan bahwa:

  1. Para Mantri Tani/KCD harus lebih proaktif mencatat dan melaporkan penambahan luas tanam ke BPS agar tercatat di SP BPS setiap bulan (tgl. 10 bulan berjalan)
  2. BPS diharapkan dapat membuat kebijakan (deskresi) mencatat luas tanam bagi Dinas Pertanian Kabupaten yang tidak mau melaporkan pelaksanaan kegiatan (misalnya Kabupaten Banyuasin, tidak melaporkan luas tanam karena ada permasalahan internal dengan propinsi).
  3. Bagaimana penentuan ubinan Swakarsa untuk meningkatkan kualitas data produktivitas tanaman pangan yang dilaksanakan BPS kerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota saat ini belum optimal dan belum seluruhnya mencakup wilayah program.

Pak Gatot juga menyebutkan bahwa untuk mewujudkan data produktivitas yang valid, maka dalam penentuan sample ubinan (lokasi, waktu dan cara) oleh BPS agar Dinas Kab, Propinsi dan Ditjen TP diikutsertakan untuk memberikan masukan sehingga mendapatkan hasil yang optimal.  Menurut Beliau, dalam penentuan metode ubinan, pertimbangan yang dijadikan acuan oleh BPS masih kurangdasarnya. Permasalahan yang sering muncul juga Sampel ubinan masih belum merepresentasikan kondisi wilayah yang sesungguhnya, sehingga diharapkan ke depan penetuan listing ubinan menggunakan metode yang lebih tepat dan akurat serta ubinan dapat dilakukan bersama-sama antara mantri taniDinas Pertania dengan mantri statistik BPS.

Oleh Dini Ariyani