RAPAT KOORDINASI PENGAWASAN PUPUK BERSUBSIDI

posted in: Berita | 0

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RAPAT KOORDINASI PENGAWASAN PUPUK BERSUBSIDI, Tanggal 22 Maret 2018, di Ruang rapat oryza satifa Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo

Rapat Koordinasi Pengawasan Pupuk Bersubsidi dihadiri oleh 35 orang yang terdiri dari Perwakilan PT. Pupuk Kaltim dan PT. Petrokimia gresik area probolinggo,  distributor, dan perwakilan beberapa kios wil. Kabupaten probolinggo. Adapun yang dapat disimpulkan dari rapat tersebut antara lain :

 

  1. Rapat dibuka oleh kepala sesi pupuk dan pestisida dengan memberikan sambutan yang kemudian diteruskan dengan pemaparan materi rapat mengenai serapan pupuk sampai bulan maret, serta revisi alokasi yang masih belum sesuai dengan RDKK.

 

  1. Perwakilan dari PT. Kaltim memberikan beberapa masukan dalam rapat antara lain :
  • Pihak pupuk kaltim memberikan solusi agar distributor dan kios merapat kepihak dinas untuk selalu mengkoordinasikan mengenai permasalahan RDKK yang minus.
  • Kebutuhan RDKK Kab. Probolinggo untuk Pupuk Urea sebesar 64.506 ton, sedangkan dari pemerintah provinsi memberikan jatah alokasi pupuk bersubsidi untuk wilayah kabupaten probolinggo sebesar 43.334 ton, sehingga sangat jelas jika alokasi tidak mampu memenuhi RDKK.
  • Tidak ada pemaksaan pembelian pupuk paket, yang tepat ialah anjuran untuk menggunakan pupuk berimbang, namun kios tidak melakukan pemaksaan dan petani dibebaskan apabila tidak menghendaki pupuk paket.
  • Kios tidak diperbolehkan menjual pupuk bersubsidi secara ecer, namun penjualan yang disesuaikan dengan RDKK diperbolehkan.
  • Pupuk non subsidi lebih mahal disebabkan karna kandungannya lebih banyak daripada pupuk subsidi.

 

  1. Perwakilan dari PT. Petrokimia Gresik memberikan beberapa masukan dalam rapat antara lain :
  • Pupuk dari petro sampai bulan maret masih termasuk dalam kategori mencukupi dan belum diperlukan adanya realokasi antar kecamatan.
  • Memberikan masukan jika petani sudah perlahan menggunakan pupuk berimbang, sehingga tidak perlu khawatir lagi terjadi kelangkaan atau kekurangan pupuk pada salah satu jenis pupuk.(by Ummi Khairun Nisa)