PADI VARIETAS BARU YAITU PADI PIM 1

posted in: Berita | 0

padi var baru.jpg

 

Dalam dunia pertanian kita mengenal beberapa varietas padi unggul, antara lain adalah : Ciherang, Cibogo, Mekongga dan IR 64. Namun, di Biltar bebrapa waktu lalu dikembangkan varietas padi baru, yaitu PIM 1. Selain tinggi yang bisa mencapai hampir 2 Meter, varietas ini juga diklaim sebagai padi yang tahan akan serangan hama penyakit. Nah, komplit bukan?!

Seperti yang ditulis pada Detik.com (Senin (12/3/2018), petani yang menanam padi raksasa ini adalah Mohammad Diaudin Aridowi dari Dusun Bebekan, Desa Combong, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar. Lelaki 24 tahun ini mendapatkan bibit padi dari PPL Pertanian setempat seharga Rp 25 ribu per kilogram.

Udin menanam padi tersebut di lahan 14×1 meter pada awal Januari 2018. Kini tinggi padi antara 160 cm hingga 185 cm. Jadi ‘raksasa’ di tengah sawah sebab padi-padi lainnya hanya

Setinggi 70 cm.

“Kata temen saya, masa tanam padi jenis ini memang lebih lama seminggu daripada padi biasanya. Tapi produksinya lebih banyak dan lebih tahan hama,” kata Udin ditemui di tepi sawahnya.

Jika padi jenis biasa masa tanamnya selama maksimal 105 hari, maka padi PIM 1 ini baru bisa dipanen setelah masa tanam selama 120 hari. Selama ini, Udin mengaku tidak kesulitan merawat padinya. Pupuk kimia hanya sedikit dipakai karena padi jenis ini lebih cocok diberi pupuk kandang.

“Biaya pemeliharaan lebih sedikit, karena padi ini utamanya memakai pupuk dari kotoran sapi,” ungkapnya. “Padi PIM1 ini dalam satu batang bisa berisi 800 sampai 900 bulir padi. Kalau padi umumnya, satu batang hanya berisi 125 sampai 200 bulir padi,” jelas Udin.

Ini baru pertama padi jenis tersebut ditanam. Udin hanya coba-coba. Jika hasilnya sepadan dengan masa tanam dan panen, maka ia akan meneruskan. Petani lain, menurut Udin, akan meniru.

 

Perlu menjadi perhatian juga adalah bagaimana penerapan benih varietas ini apabila diaplikasikan dengan metode tanam SRI (System of Rice Intensification). Bukan tidak mungkin hasil panennya akan lebih maksimal karena inti dari metode tanam SRI ini adalah dengan penggunaan air irigasi secukupnya serta pemakaian pupuk organik yang maksimal. Mungkin saja petani di Kabupaten Probolinggo maupun daerah lan bisa mencoba menerapkan hal tersebut.

Sangat menarik ditunggu bagaimana keberhasilan panen padi varietas baru ini, bukan tidak mungkin varietas ini akan menjadi idola baru bagi para petani. Selain mudah dalam perawatannya, juga memiliki korelasi erat dengan program pemerintah yang berbasis kedaulatan pangan serta pengurangan pemakaian pupuk anorganik. Semoga untuk masa ke depan, Indonesia akan mampu berinovasi lebih dibidang pertanian. (by Arie DA)