Rapat Koordinasi Kegiatan Standarisasi Kualitas Bahan Baku Tembakau Tahun 2018

posted in: Berita | 0

 

Rapat dibuka oleh Kepala Bidang Tanaman Perkebunan Semusim, diikuti peserta dari Kabupaten / Kota yang menangani komoditas tanaman tembakau se Jawa Timur. Narasumber berasal dari Biro Administrasi Perekonomian Setda Provinsi Jawa Timur, Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas), Kepala Bidang Tanaman Semusim Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur. Pembahasan tentang issue issue krusial terkait dengan Pertembakauan sebagai berikut :Tantangan Industri Hasil Tembakau adalah ketidakpastian tinggi, fluktuatif, banyak tekanan-tekanan, RUU Pertembakauan ( pasal 33 ttg pembatasan import dan pasal 36 ttg pengaturan kemitraan, perusahaan rokok yang merasa dianak tirikan pemerintah padahal penyumbang cukai tertinggi (th. 150 Trilyun) , pajak rokok ( 300 Trilyun) dibandingkan kontribusi BUMN 41 Trilyun. Cukai rokok menyumbang 25% APBN .

Dari Balittas menekankan Budidaya Tembakau sesuai GAP (Good Agricultural Practices), dengan langkah operasional on farm dan off farm . On farm ( penyediaan varietas unggul, kemudahan penyediaan prasarana dan sarana produksi, pemetaan kesesuaian lahan, pengelolaan lahan dan pengairan yang sesuai untuk pertumbuhan tembakau sedangkan off farm ( prosesing sesuai karakteristik tembakau, minimalisasi residu pestisida Non Tobacco Related Material (NTRM) dan bahan berbahaya lainnya; membangun kemitraan sinergis antara petani tembakau, IHT dan pemerintah; penguatan SDM Petani dan kelembagaannya; pemberdayaan penelitian dan pengembangan tembakau.

Balittas juga mengenalkan teknologi pendukung budidaya tembakau yaitu Vermikompos/Kascing. ( kompos hasil pencernaan cacing; kaya kandungan unsur hara dan zat pengatur tumbuh; tekstur lebih seragam daripada kompos; menghemat penggunaan pupuk kimia; meningkatkan hasil mutu tembakau). Dan berikut Permasalahan pokok pertembakauan berdasarkan identifikasi masalah dan analisis SWOT :

  • Semakin meningkatnya import tembakau virginia, burley dan oriental;
  • Penerapan GAP dan GMP masih belum optimal;
  • Kinerja kelembagaan petani tembakau belum optimal;
  • Terbatasnya pengembangan inovasi teknologi
  • Minimalisasi Tembakau Impor, melalui : Identifikasi kesesuaian lahan untuk pengembangan tembakau virginia, burley dan oriental, Menyiapkan rakitan teknologi yang sesuai untuk pengembangan tembakau virginia, burley dan oriental, dan Dukungan kebijakan untuk pengembangan tembakau virginia, burley dan oriental. Sedang untuk Kegiatan Standarisasi Kualitas Bahan Baku meliputi :
    • Pengadaan Sarana On Farm handtraktor, Cultivator dan Pompa Air
    • Demplot Perbenihan;
    • Uji Multi Lokasi Tembakau
    • Percontohan Intensifikasi
    • Keragaan Kebun Tembakau sesuai GAP

Dari Biro Administrasi Perekonomian Setda Provinsi Jawa Timur menerangkan Pengaturan atas Penggunaan DBHCHT sesuai PMK No. 222/PMK.07/2017 yang ditindaklanjuti dengan Surat Edaran Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI tanggal 19 Januari 2018 No. 81/KB.110/E/01/2018. Tentang Rincian Kegiatan Program Peningkatan Kualitas Bahan Baku.

by: Dini Ariyani