SOSIALISASI ALOKASI DAN HET PUPUK BERSUBSIDI KAB PROBOLINGGO TH 2018

posted in: Berita | 0

Kegiatan peningkatan dan pengawasan pupuk bersubsidi mengadakan rapat sosialisasi SOP pupuk organik (wil. timur) yang dilaksanakan Tanggal 17 januari 2018, bertempat di ruang oryza satifa dinas ketahanan pangan dan pertanian kabupaten probolinggo, dihadiri oleh peserta yang berasal dari kelompok tani pembuat pupuk organik wilayah timur antara lain, kraksaan, krejengan, asembagus, dan sumberlele. Acara dimulai pukul 09.00 WIB dibuka oleh kepala seksi pupuk dan pestisida. Pemberian materi mengenai SOP pupuk organik di lakukan oleh perwakilan dari petrokimia gresik, dimana materi yang dijelaskan mulai dari pembuatan, bahan yang bisa digunakan dan manfaatnya serta SOP pupuk organik yang dapat diaplikasikan.

Melakukan sharing atau tanya jawab pada kelompok tani yang menghadiri rapat, adapun dalam tanya jawab tersebut diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

  • Petani selama ini kurang begitu paham tentang prosedur penggunaan pupuk organik yang tepat sehingga timbul kesalahan tafsir mengenai hasil yang diperoleh setelah adanya pengaplikasian pupuk organik (pak asmari, dari kec. Krejengan). Pemanfaatan limbah atau bahan yang bisa dijadikan sebagai pupuk organik salah satunya ialah jerami. Pada saat itu kelompok tani pernah mengaplikasikannya pada lahan namun mengalami kesulitan pada saat melakukan pembajakan, jerami itu menghambat mesin pembajak, bagaimana jalan keluarnya? (Abd. Arifin, dari asembagus).
  • Pihak dinas memberikan penjelasan bagaimana SOP pupuk organik yang tepat, serta menerangkan tentang fungsi utama pupuk organik yaitu untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Penggunakan jerami sebagai pupuk organik, sebaiknya terlebih dahulu dicacah, atau lebih baik dibuat sebagai bahan pupuk organik, bukan diaplikasikan langsung disawah, hal tersebut dikarenakan apabila jerami diletakkan langsung disawah kemudian tidak lama selang beberapa hari dilakukan pembajakan, maka jerami tidak bisa terurai dengan sempurna, sehingga pada saat pembajakan akan mengganggu. Kesimpulan yang diperoleh secara keseluruhan adalah rapat yang dihadiri 30 orang petani berjalan dengan lancar. Dimana petani memperoleh pengetahuan mengenai SOP pupuk organik yang tepat. Sedangkan dari pihak dinas mendapatkan informasi mengenai permasalahan yang terjadi dilapangan, sehingga bisa dicarikan solusi atau jalan keluar untuk ke depannya.

by :Ummi Khairun Nisa