RAPAT KOORDINASI PEMBAHASAN DATA SP TAHUN 2017 BERSAMA DIRJEN TANAMAN PANGAN

posted in: Berita | 0

 

 

Telah diselenggarakan Rakor Pembahasan  Data SP bersama Dirjen Tanaman Pangan tanggal 24-25 Oktober 2017 lalu di The Singhasari Resort Batu Malang dengan mengundang Matri Tani se-Jawa Timur. Rakor ini membandingkan data Satelit SIMOTANDI dengan Data SP yang dikerjakan Mantri Tani. SIMOTANDI dikepanjangan dari Sistem Monitoring Tanaman Padi. Satelit ini memiliki batas maksimal toleransi 15 %. SIMOTANDI ini dirancang untuk mengetahui fase-fase pertumbuhan tanaman padi dari BerOa sampai Panen dengan melihat sepectrum warna tanaman padi.

Hasil Rakor Pembahasan Data SP ini diharapkan data luas tambah tanam padi dapat meningkat karena terdapat selisih yang besar Bulan AGUSTUS data SP-BPS 2.067 ha sedang SIMOTANDI 5.018 ha terdapat selisih (2.951) ha dan Bulan SEPTEMBER data SP-BPS 2.096 ha sedang SIMOTANDI 336 ha terdapat selisih 1.760 ha. Data SP Padi bulan Agustus dan September sudah diverifikasi melalui aplikasi SIMTP BPS, dan hasilnya adalah SAMA. Luas  tanam padi bulan Agustus dan September baik di lahan sawah dan lahan  non sawah sudah MAKSIMAL. (tanam padi  di lahan non sawah terdapat di kec Tiris seluas 32Ha).

Data luas baku lahan dan LTT yang terekam oleh aplikasi SIMOTANDI terdapat selisih dengan data baku lahan dan LTT dari data Kabupaten disebabkan karena Warna Hijau yang terekam oleh Satelit LANDSAT 8 SIMOTANDI sebagian adalah TANAMAN BUKAN PADI, tetapi tanaman Jagung, Bawang Merah, Ubi Kayu, Tebu dan Tanaman lainnya yang FASE-nya SAMA (data SIMOTANDI belum bisa MEMBEDAKAN  jenis tanaman, semua yang berwarna HIJAU dibaca PADI oleh SIMOTANDI). Tanaman Bawang Merah yang ditutupi / dilindungi JARING dalam aplikasi SIMOTANDI terekam BERA (berwarna ABU-ABU) namun di lapangan menunjukkan tanaman Bawang Merah. Jaring-jaring tersebut berfungsi untuk pendengdalian hama. Berdasarkan hasil kroscek di lapangan berkenaan dengan DATA SIMOTANDI, masih banyak KETIDAKSESUAIAN dengan kondisi RIIL di lapangan.